Gejala Penyebab Faktor dan Pengobatan Kanker Ovarium



 Gejala Peneyebab dan Pengobatan Kanker Ovarium

 

  

Kanker ovarium adalah kanker yang meyerang ovarium. Ovarim adalah organ reproduksi sel telur, yag sering di temukan berpasangan sebagi bagian dari sistem reproduksi vertebrata betina

Umumnya kanker ovarium ini sering meyerang wanita usia 50 tahun atau wanita yang telah menopause.

Jenis-jenis Kanker Ovarium

Berdasarkan lokasinya kanker ovarium terbagi menjadi tiga.

Tumor germinal, kanker jenis ini biasanya terjadi pada perempuan muda. kankernya berkembang pada sel-sel telur.

Tumor epitel, adalah jenis kanker ovarium yang umum terjadi. Kanker berkembag pada jarigan pembungkus ovarium.

Tumor stromal, kanker jenis tergolong kanker yang jarang terjadi. Kanker ini berkembang pada lapisan dimana terletak sel-sel penghasil hormon.

Gejala Kanker Ovarium

Berikut merupaka tanda atau gejala kaker ovarium yang biasanya dialami, ialah :


  1. Sakit perut.
  2. Mual.
  3. Mudah merasa kenyang.
  4. Perut sering terasa kembung.
  5. Nyeri pada saat berhubungan intim.
  6. Terjadi pembengkakan di perut.
  7. Megalami gangguan buang air besar, seperti sulit buang air besar atau konstipasi.
  8. Serig buang air kecil.
  9. Muncul benjolan pada kedua sisi perut bagia bawah dan tidak bergerak.


Penyebab dan Faktor Resiko Kanker Ovarium

Saat ini kanker ovarium belum diketahui penyebabnya secara pasti. Tapi, ada beberapa faktor yang diperkirakan dapat meningkatka resiko timbulnya kanker ovarium pada wanita, seperti :


  1. Genetik atau keturunan. Ada kemugkinan kanker ovarium bisa diwariskan kepada anak apabila orang tua atau anggota keluarganya pernah mengalami kanker ini.
  2. Usia. Ummnya penyakit ibi terjadi pada usia 50 tahun.
  3. Telah menopause.
  4. Belum pernah hamil.
  5. Merokok.
  6. Menggunakan alat kontrasepsi IUD.
  7. Mengalami menopause setelah usia 50 tahun dan mengalami siklus. menstrusi sebelum usia 12 tahun.
  8. Obesitas atau kelebihan berat badan.
  9. Melakukan terapi kesuburan.


Pengobatan Kanker Ovarium

Pengobatan kanker ovarium akan dilakukan berdasarkan stadium kanker, kondisi kesehatan dan harapan pasien yang ingin memiliki keturunan. Karena tidak menutup kemungkinan akan dilakukan prosedur operasi pengangkatan rahim apabila kanker telah menyebar luas.
Adapun pengobatan utamanya operasi, kemoterapi dan radioterapi.

Penyebab, Jenis dan Gejala Penyakit Glaukoma

Glaukoma adalah salah satu jenis gangguan penglihatan yang diakibatakan oleh adanya tekanan didalam mata yang membuat kerusakan pada saraf optik.

Penyebab glaukoma adalah adanya tingginya tekanan cairan dibola mata atau juga terhalangnya saluran pembuangan cairan tersebut. sehingga merusak retina dan serat lembut saraf optik, yang membawa sinyal penglihatan dari mata ke otak. Sampai saat ini belum diketahui apa penyebab tingginya tekanan cairan mata atau kenapa saluran pembuangan bisa terhalang.

Jenis Glaukoma
  • Ada dua jenis glaukoma yaitu glukoma sudut terbuka dan tertutup.
  • Ada lagi jenis glaukoma yaitu glukoma sekunder dan kongintel. 
Gejala Glaukoma
  • Nyeri pada mata.
  • Mata memerah.
  • Mata berkabut (khususnya pada bayi).
  • Melihat bayangan lingkaran di sekeliling cahaya.
  • Sakit kepala.
  • Mual atau muntah.
  • Penglihatan yang makin menyempit hingga pada akhirnya tidak dapat melihat obyek sama sekali.
  • Mata tampak berair dan berkabut
  • Mata menjadi sensitif terhadap cahaya
  • Mata terlihat membesar (akibat tekanan yang terjadi di dalam mata)
  • Mata terlihat juling

Diagnosis Glaukoma
 

Dokter mata akan memeriksa daya penglihatan pasien melalui pupil yang melebar (dilatasi). Sebuah prosedur untuk memeriksa tekanan mata juga akan dilakukan. Prosedur ini disebut tonometri. Dokter juga akan melakukan tes lapang pandang untuk memeriksa apakah penglihatan tepi pasien telah berkurang.

Pengoatan Glaukoma

Secara umum, glaukoma bisa ditangani dengan obat tetes mata, obat-obatan yang diminum, terapi laser, serta operasi. Namun tujuan pengobatan kondisi ini adalah untuk mengurangi tekanan intraokular pada mata dan mencegah meluasnya kerusakan pada mata.

Jenis Penyakit Retinoblastoma yang Perlu Anda Ketahui



 


Penyakit Retina adalah segala ganguan pada retina bagian belakang didalam mata yang berpengaruh buruk terhadap fungsi penglihatan mata.

Jenis-jenis Penyakit Retina


  • Ablasi Retina.
  • Infeksi Retina.
  • Retinis pigmentosa.
  • Degenerasi makula.
  • Kersakan pembuluh darah.
  • Penyumbatan arteri retina.


Penyebab Penyakit Retina


  • Robekan Retina, tertariknya bagian lapisan belakang bola oleh vitreus, yang mengakibatkan retina ikut tertarik dan robek.
  • Ablasi retina, terlepasnya retina dari jaringaqn penyangganya karena adanya rembesan cairan melaui celah robekan retina.
  • Retinopati diabetik, pecahnya kapiler darah tidak normal yang disebabkan oleh komplikasi dari diabetes, sehinnga penglihatan terganggu.
  • Retnis pigmentosa, menurunnya kemampuan peglihatan karena adanya perubahan respons retina terhadap cahaya yang dipengarhi oleh penyakit degeneratif.
  • Degenerasi makula, yaitu kerusakan pada pusat retina, sehingga membuat pandangan menjadi kabur atau ada bagian yang tidak terjangkau penglihatan. Ada dua jenis degenerasi makula, yaitu degenerasi kering dan basah. Gejala awal biasanya dimulai dengan bentuk kering, kemudian berkembang menjadi basah pada satu atau kedua belah mata.
  • Lubang makula, yaitu suatu keadaan dimana terjadi kehilangan kecil struktur normal pembentuk retina pada bagian makula yang terbentuk karena abnormal antara vitreus dan retina, atau karena adanya cedera mata.
  • Epiretinal membrane merupakan jaringan parut halus, terlihat seperti membran transparan tipis yang berkerut dan menempel di atas retina. Membran ini menyebabkan tarikan pada retina, sehingga pandangan menjadi kabur atau meliuk.
  • Retinoblastoma, yaitu kanker mata langka yang terjadi pada anak-anak.


Faktor Pemicu Penyakit Retina

Faktor pemicu munculnya penyakit pada retina mata, antara lain :


  1. Karena menderita penyakit tekanan darah tinggi
  2. Adanya penyempitan dan penyusutan pembuluh darah
  3. Karena menderita Diabetes
  4. Penyakit yang berhubungan dengan kardiovaskuler termasuk penyakit jantung dimana arteri jantung terganggu
  5. Kebiasaan merokok yang berlebihan dan jangka panjang dapat merusak lapisan mata hingga menuju retina mata.
  6. Memiliki kolesterol tinggi sehingga mampu menyumbat pembuluh darah yang membawa darah menuju mata.
  7. Seseorang yang memiliki riwayat penyakit stroke berat memungkinkan saraf kecil bagian retina mata terganggu.


Powered by Blogger.